Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Alergen

3 Gejala Alergi Pada Anak dan Cara Pencegahannya Saat New Normal

July 5, 2020

Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Alergen

Self Denial

Panik itulah ekspresi pertama yang kutunjukkan setelah melihat ruam merah di pipi Ais anakku yang kedua. Betapa tidak ini adalah pengalaman pertamaku melihat anak gatal yang menyebabkan ruam merah di pipinya yang gembil. Self denial. Masa sih alergi? Alergi apaan? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku, stress. Anak pertamaku tidak mengalami hal ini. Kenapa ini terjadi pada anak keduaku? Kok bisa sih? Gak ah ga mungkin alergi pasti merahnya karena terkena tetesan ASI yang lupa kubersihkan.

Kemudian pukulan telak yang kedua adalah berat badannya tidak naik signifikan. Sepertinya karena ada gangguan pencernaan pikirku.  Mungkin disebabkan tepat setelah makan langsung dikeluarkan kembali. Akupun stress dan mencoba mencari berbagai sumber di google. Apakah menjawab segala pertanyaanku? Tentu tidak malah semakin panik karena berpikir yang tidak-tidak.

Berbagai dokter spesialis anak dan dokter spesialis kulit telah aku datangi. Dengan harapan kulit anakku kembali normal dan mulus seperti kakaknya. Kasihan kulitnya memerah dan mengering. Aku berkonsultasi ke berbagai dokter hanya karena keegoisanku yang masih denial. Iya aku masih saja belum terima hasil konsultasinya.

Hingga akhirnya aku bertemu dokter yang memberikan tes secara gratis. Seingatku tes BIO E, tes apaan tuh? BIO E adalah tes alergi yang memakai gelombang elektromagnetik, tidak ada pengambilan darah dan hanya berlangsung kurang lebih 5 menit saja. Ais hanya duduk dan dihadapkan dengan bandul kemudian dokter akan mengambil berbagai macam sampel seperti sampel debu, udang, susu sapi, dll.

Dokter kalau dokter membaca tulisan ini terima kasih banyak sudah memberikan konsultasi yang akhirnya membuatku tersadar. Menyadari dan tertampar karena selama ini tidak menyangka anak keduaku alergi. Kenapa tidak dari dulu aku menyadarinya. Penyesalan merasa menjadi Bunda yang tidak aware terhadap anaknya. Seandainya aku menyadari lebih awal kurasa anakku akan tidak perlu menderita berlama-lama.

Alergen atau Pencetus Alergi

Oh ya tes BIO E ini masih pro kontra ya Bunda, dokter A menyarankan belum tentu dokter B menyarankan. Apakah perlu tes alergi? Semua kembali kepada keputusan orang tua. Kalau dalam kasusku setidaknya aku tahu beberapa penyebab alergi yang menyebabkan ruam merah di pipi Ais.  Setelah itu aku berusaha menghindari alergen agar tumbuh kembang Ais dapat berjalan secara optimal.

Oleh karena itu beberapa pencegahan yang telah aku lakukan adalah dengan membersihkan debu secara rutin dan tidak adanya boneka serta karpet berbulu di dalam rumah. Membatasi pemberian gelatin dan kacang tanah yang terdapat dalam beberapa jenis makanan. Setelah menemukan allergen atau penyebab alerginya gejala yang timbul pun semakin berkurang. Dermatitis atopiknya semakin membaik, kulitnya berangsur mulus dan yang terpenting tumbuh kembangnya pun berjalan secara optimal.

Dan ternyata pengalamanku ini juga dirasakan oleh Natasha Rizky Selebritis dan seorang Bunda yang memiliki anak alergi terhadap protein susu sapi loh. Perbedaannya Bunda Natasha Rizky lebih ekstra tanggap dalam menangani gejala akibat alergi susu sapi. Ia pun dengan sigap tetap memberikan dan memperhatikan asupan nutrisi bagi anak-anaknya.

Ia pun menyarankan agar tidak perlu khawatir berlebihan saat anak menunjukkan gejala alergi dan tetap berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penangan yang tepat. Setelah Bunda Natasha Rizky memberikan anaknya nutrisi alternatif yang tepat maka gejala yang muncul akan semakin berkurang sehingga anaknya lebih aktif bermain dan belajar.

Alergi Susu Sapi?

Believe it or not alergi susu sapi adalah salah satu alergi yang paling banyak dialami oleh anak loh. Sebetulnya apa sih yang menyebabkan alergi dalam susu sapi? Ternyata kasein dan whey yang merupakan protein yang terdapat dalam susu sapi adalah penyebabnya.

Pandemi yang sedang melanda dunia tentunya membuat kekhawatiran orang tua semakin bertambah. Data yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan kasus anak yang positif Covid-19 di Indonesia adalah yang tertinggi di negara ASEAN. Tingginya angka kasus menununjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok usia yang rentan mengalami penularan di masa pandemi termasuk anak yang alergi protein susu sapi.

Hal ini pun dipertegas oleh Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M. Kes yang menyatakan bahwa kesehatan anak di masa pandemi sangat rentan, termasuk anak yang alergi terhadap protein susu sapi. Hal ini disebabkan oleh sistem daya tahan tubuh anak alergi susu sapi yang termasuk unik dan sensitif.

Pemahaman masyarakat mengenai penyebab terjadinya alergi susu sapi pada anak harus lebih ditingkatkan agar dapat tanggap dalam memberikan penanganan yang tepat. Alergi susu sapi ini harus segera diatasi agar anak tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh yang berkurang dan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya. Hal ini bertujuan agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga dan tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal seperti anak-anak lainnya.

Dalam rangka mendukung World Allergy Week 2020 atau Pekan Alergi Dunia, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) melalui brand SGM Eksplor Advance+ Soya memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk menjaga kesehatan si Kecil yang alergi susu sapi melalui rangkaian program edukasi “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju” dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju melalui gerakan 3K.

3K yaitu : Kenali, Konsultasikan, Kendalikan

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Anak Alergi

#1 KENALI

Gejala alergi biasanya menyerang kulit seperti dermatitis atopik atau ruam merah. Batuk dan bersin berulang yang menyerang sistem pernapasan. Diare atau sakit perut yang menyerang sistem pencernaan.

Kita sebagai Bunda Tanggap Alergi juga harus paham bahwa ada ada beberapa gejala yang mirip dan mungkin agak sulit untuk dibedakan. Apakah gejala yang timbul menyebabkan alergi atau infeksi?

Bunda bisa lihat beberapa pertanyaan seperti digambar ini ya untuk mengenali gejala alergi.

Perbedaan Anak Alergi Dan Anak Infeksi Ciri Anak Alergi
Alergi atau infeksi?

#2 KONSULTASIKAN

Konsultasikan ke dokter, di masa pandemi seperti ini mungkin banyak diantara kita para Bunda yang menghindari tempat umum. Namun Bunda tidak perlu khawatir karena konsultasi dapat dilakukan melalui telepon atau online agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.

#3 KENDALIKAN

Kendalikan faktor penyebab alergi susu sapi dengan memberikan alternatif nutrisi yang tepat agar Si Kecil dapat tetap tumbuh dan berkembang secara optimal. Hindari susu sapi beserta turunannya seperti keju, es krim, mentega, dll. Ganti susu sapi dengan nutrisi alternatif seperti formula soya.

MITOS atau FAKTA? 
Susu Kedelai Membuat Anak Laki-laki Jadi Seperti Perempuan Susu untuk untuk anak alergi
Susu Kedelai Membuat Anak Laki-laki Jadi Seperti Perempuan Mitos Atau Fakta?

Banyak yang beranggapan bahwa anak anak laki-laki yang minum susu kedelai akan menjadi feminin dan mengurangi kejantanannya. Mitos atau fakta ya? Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M. Kes menyatakan dan mempertegas bahwa itu hanyalah mitos.

Susu yang mengandung formula soya sama baiknya dengan susu sapi loh. Kandungan yang terdapat dalam formula soya yang difortifikasi mengandung Omega 3&6, minyak ikan, sumber serat, vitamin dan mineral yang baik untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang menjadi Anak Generasi Maju dengan dukungan stimulasi dan nutrisi yang tepat. Ini merupakan salah satu harapan dari Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie dengan menyelenggarakan rangkaian program edukasi di Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju. Beliau pun berharap agar seluruh Bunda di Indonesia menadi Bunda Tanggap Alergi dengan gerakan 3K seperti yang telah dijelaskan diatas.

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju

Natasha Rizki Pekan Tanggap Alergi Allergies Week

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju diselenggarakan pada tanggal 23 Juni – 3 Juli 2020.

Apa saja sih rangkaian kegiatan serunya?

# Interaksi langsung bersama ahli melalui sesi Expert Chat seputar nutrisi dan penanganan anak dengan alergi susu sapi

# Inspirasi Kreasi Resep Sehat berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya yang bernutrisi.

# Tips praktis untuk mendukung si kecil yang alergi susu sapi agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas selama di rumah

# Kelas Zumba Tanggap Alergi bersama Cobby Yuliani&Gibby (certified Zumba for kids instructor) dengan gerakan olahraga ringan untuk Bunda dan Si Kecil agar tetap aktif dan sehat

Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti menyatakan bahwa konten-konten Edukasi Digital ini dapat diakses dengan mudah melalui :

Aku pernah beberapa kali mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) melalui brand SGM. Kegiatannya sangat beredukasi dan menarik loh. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini. Tunggu apalagi yuk segera lihat keseruannya di sosmed Soya untuk Generasi Maju ya.

5 Comments

  • CDR Ridwansyah

    July 6, 2020 at 11:37 am

    Alergi susu sapi ternyata menghambat tumbuh kembangnya ya? Semoga semakin banyak orang tua yang tanggap alergi ya

  • Zhafirah

    July 6, 2020 at 2:01 pm

    Alergi susu harus dicegah cepat ya kak. Dengan menjadi bunda tanggap alergi 3K kenali, konsultasikan, kendalikan

    1. Mira

      July 8, 2020 at 4:44 am

      Terimakasih informasinya skr jadi makin paham 👍👍 Ternyata penyebab BB anak keduaku sulit bertambah karena adanya alergi debu dan dingin..

  • Jenni

    July 6, 2020 at 5:57 pm

    Oh jadi benar cuma mitos ya kalau anak laki-laki minum susu soya jadi feminin? Jadi aman ya pengganti nutrisi untuk anak yang alergi susu sapi dengan susu soya ya

  • Nisa

    July 6, 2020 at 6:45 pm

    Seru juga ya rangkaian acara pekan tanggap alergi yang diadakan oleh sgm soya. Tapi aku ketinggalan acaranya nih bun, masih bisa dilihat ga ya summarynya?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post